3. Jangan Biarkan Piutang Terlalu Lama Numpuk
Piutang yang molor bikin cash flow seret. Jadi, dari awal pastikan aturan pembayaran ke pelanggan jelas.
Kirim invoice tepat waktu, ingatkan secara sopan kalau ada yang belum bayar, dan kalau perlu kasih insentif buat mereka yang mau bayar lebih cepat.

4. Bijak Kelola Utang
Utang itu nggak selamanya buruk, asal untuk hal produktif. Misalnya, buat beli alat produksi biar omzet naik.
Yang penting, hitung kemampuan usaha membayar cicilan. Nggak ada salahnya juga lho nego ke supplier biar dikasih tempo pembayaran lebih panjang.
5. Jaga Stok, Jangan Berlebihan
Modal yang nyangkut di gudang itu sama aja kayak uang yang nggak bisa dipakai. Jangan sampai stok menumpuk terus akhirnya rusak atau usang.
Tapi jangan juga terlalu sedikit sampai kehilangan peluang jualan. Atur dengan metode seperti FIFO (First In First Out) biar stok selalu segar.
6. Pangkas Biaya yang Nggak Perlu
Sering-sering cek pengeluaran usaha. Ada nggak biaya yang bisa ditekan tanpa mengorbankan kualitas?
Misalnya, cari supplier lebih murah, hemat listrik, atau manfaatkan platform digital gratis buat promosi. Hemat dikit-dikit, lama-lama jadi saldo kas yang lebih lega.
7. Punya Dana Darurat Usaha
Bisnis juga butuh dana darurat, bukan cuma keuangan pribadi. Siapa tahu ada kejadian nggak terduga, seperti alat produksi rusak atau orderan tiba-tiba sepi.





