Walaupun namanya berbahasa Inggris, merek pakaian ini asli dari Indonesia yang dibesarkan oleh Eddy Hartono di bawah PT Warna Mardhika.
Dilansir dari situs resmi PT Warna Mardhika, perusahaan ini mulai beroperasi pada 1987 dengan meluncurkan merek pakaian HAMMER.
Merek lainnya seperti NAIL, PULAU KELAPA, COCONUT ISLAND Kids, dan OSPREY.
BACA JUGA : ASB Minta Pemkot Bogor Lebih Perhatikan UMKM Agar Bisa Naik Kelas
4. The Executive
The Executive adalah brand dari PT Delami Garment Industries asal Bandung, Jawa Barat.
Di toko modern, merek ini sering bersanding dengan merek-merek dunia, sehingga dikira sebagai produk asing.
Produk-produk The Executive sudah tembus ke pasar global dan masuk ke negara-negara Asia Tenggara.
5. J.CO
Merek donat J.CO juga merupakan merek lokal yang banyak dianggap sebagai produk asing.
J.CO bahkan mampu bersaing dengan merek donat yang sudah lebih dulu menguasai pasar, seperti Dunkin’ Donuts.
J.CO adalah merek di bawah Johnny Andrean Group.
Gerai pertamanya berdiri pada Mei 2006.
Setahun kemudian, J.CO melebarkan sayap ke Malaysia, kemudian Singapura, Filipina, Hong Kong, dan Arab Saudi.
6. Krisbow
Krisbow adalah merek perlengkapan rumah dan barang-barang teknik yang sudah terkenal.
Nama Krisbow berasal dari singkatan Krisnandi Wibowo yang merupakan putra pendiri Kawan Lama Wong Jin.






