Ia menjelaskan sisa api berasal dari bahan kimia plastik yang mudah terbakar sehingga membutuhkan penanganan ekstra hati-hati.
Jumlah personel dan armada yang disiagakan masih relatif sama meski sebagian sudah mulai ditarik.
Selain pemadaman, pihaknya juga mulai melakukan edukasi di lapangan serta investigasi awal terkait penyebab kebakaran.
Hasilnya akan dibahas dalam rapat lanjutan.
Hingga kini, proses pendinginan masih terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala.





