INFOLADISHA – Sekitar 3 ribuan jemaah umrah asal Jawa Barat saat ini masih berada di Arab Saudi di tengah meningkatnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah memastikan mereka tidak tertahan dan masih menjalankan ibadah sesuai jadwal.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat Boy Hary Novian menyebut jumlah tersebut merupakan data terbaru yang diterima dari pusat.
Ia menegaskan tidak ada gangguan langsung di Tanah Suci.
Menurut Boy, konflik tidak berdampak ke Mekkah dan Madinah.
Jemaah yang masih berada di dua kota suci itu memang belum memasuki jadwal kepulangan.
Data pusat juga mencatat sekitar 4.000 hingga 5.000 jemaah asal Jawa Barat masih berada di Tanah Suci.
Angka itu dinilai wajar mengingat Jawa Barat menjadi salah satu penyumbang jemaah umrah terbesar di Indonesia.
Secara nasional, sekitar 58 ribu warga negara Indonesia tercatat tengah berada di Arab Saudi dalam siklus perjalanan umrah yang berlangsung bergelombang.
Paket umrah rata rata berdurasi 9 hingga 12 hari sehingga pergerakan datang dan pulang terjadi setiap hari.
Di sektor transportasi, Boy memastikan penerbangan dari dan menuju Arab Saudi tetap berjalan normal.
Maskapai seperti Saudia, Lion Air, dan Garuda Indonesia tetap beroperasi sesuai jadwal.
Penundaan terjadi pada jemaah yang menggunakan Qatar Airways dan Emirates.





