Statusnya penjadwalan ulang, bukan pembatalan permanen, sehingga kepulangan tetap dilakukan setelah penyesuaian jadwal.
Untuk mengantisipasi perubahan jadwal, Kementerian Haji dan Umrah berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji dan KJRI Jeddah.
Petugas disiagakan di bandara guna membantu jemaah yang terdampak, termasuk pengaturan ulang tiket, penginapan tambahan, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Di Jawa Barat tercatat sekitar 649 biro perjalanan umrah yang aktif.
Boy mengimbau biro perjalanan dan calon jemaah yang sudah memiliki jadwal keberangkatan untuk mempertimbangkan penjadwalan ulang apabila situasi kawasan memburuk.
Ia menambahkan hingga kini belum ada data pasti mengenai jumlah jemaah yang menunda keberangkatan karena pemerintah masih menunggu laporan resmi melalui sistem SISKOPATU.
Kemenhaj Jabar meminta keluarga jemaah di Tanah Air tetap tenang.
Pemerintah menyatakan situasi di Tanah Suci aman dan pemantauan terus dilakukan mengikuti dinamika geopolitik kawasan.





