Hal ini guna menjaga kesesuaian lebar ban dan peleknya. Menggunakan ban yang terlalu lebar dari pelek akan membuat ban terlalu membulat seperti donat.
Sementara jika lebarnya ban terlalu kecil dari pelek maka akan terlihat mengotak. Dalam kondisi seperti ini, motor juga jadi tidak enak saat diajak melahap tikungan.
Tak kalah penting untuk menjaga konsumsi BBM adalah memastikan tekanan angin ban selalu ideal.
Untuk motor matik, tekanan angin ban depan yang pas adalah sekitar 29 psi. Sementara untuk ban belakangnya sekitar 33 psi (sendiri) atau 36 psi (berboncengan).
2. Mengganti Roller yang Lebih Ringan
Pemilik motor matic kemungkinan sudah tak asing dengan yang nama roller. Roller merupakan salah satu komponen yang mesti diganti secara rutin sekitar 25.000 km sekali.
Komponen ini dapat dikatakan sebagai bagian dari transmisi Continuously Variable Transmission (CVT) yang digunakan pada motor-motor semacam ini.
Roller memiliki kontribusi terhadap konsumsi BBM motor matic. Penggunaan roller yang lebih ringan dapat membuat motor matic lebih irit bensin.
Baca Juga: 10 Merek Ban Motor Terbaik, Pencinta Roda Dua Wajib Tahu!
Berapa ukuran roller yang harus digunakan? Untuk penggunaan sehari-hari maka cukup menurunkan 1—2 gram dari ukuran roller bawaan pabrikan.
Penggunaan roller yang lebih ringan akan turut meringankan kerja mesin pada putaran-putaran bawah. Pengendara tak perlu membuka gas terlalu lebar untuk membuat motornya melaju.





Respon (1)