3. ISPA, Akibat Debu dan Polusi
Musim kemarau identik dengan udara yang lebih kotor. Debu, asap, dan partikel lain bisa mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan ISPA.

Cara mencegah: Gunakan masker saat keluar rumah, jaga kebersihan rumah, dan hindari paparan asap rokok atau polusi.
4. Alergi Debu dan Serbuk Sari
Kondisi udara yang kering plus angin kencang bikin partikel debu dan serbuk sari lebih mudah beterbangan. Bagi yang sensitif, bersin dan hidung meler bisa jadi agenda harian.
Cara mencegah: Pakai masker, sering-sering bersihkan rumah, dan pastikan ventilasi udara cukup baik.
5. Penyakit Kulit: Kering, Gatal, dan Iritasi
Kulit gampang banget kering di musim kemarau. Kalau dibiarkan, bisa muncul eksim atau infeksi karena garukan.
Cara mencegah: Rutin pakai pelembap, mandi dua kali sehari, dan pilih sabun yang lembut di kulit.
6. Penyakit Akibat Vektor (Nyamuk Masih Mengintai!)
Meskipun musim kemarau, nyamuk masih bisa berkembang biak—terutama kalau ada genangan air di tempat penampungan yang tidak terurus.
Cara mencegah: Bersihkan tempat air secara rutin, tutup rapat wadah air, dan pakai lotion anti-nyamuk jika perlu.
7. Penyakit Kardiovaskular
Cuaca panas bisa meningkatkan tekanan darah dan beban kerja jantung, apalagi buat orang dengan riwayat penyakit jantung.





