INFOLADISHA – Banyak pengemudi masih menganggap teknik engine brake alias rem mesin hanya cocok untuk mereka yang sudah “jam terbang” tinggi.
Padahal, jika dipakai dengan tepat, metode ini bisa menjadi penyelamat ketika melewati turunan panjang sekaligus memperpanjang umur rem dan transmisi mobil.
Engine brake bekerja dengan memanfaatkan hambatan dari putaran mesin untuk memperlambat laju kendaraan.
Efeknya, beban pada rem konvensional berkurang, sehingga risiko rem panas atau blong pun bisa diminimalisir.
Namun, teknik ini tidak sekadar menurunkan gigi sembarangan. Ada aturan mainnya.
Berikut tujuh rahasia agar engine brake bekerja maksimal tanpa bikin mobil tersiksa:
1. Gunakan di Waktu yang Tepat
Turunan curam atau jalur panjang yang berpotensi membuat rem panas adalah waktu terbaik memanfaatkan engine brake.
Hindari penggunaannya di jalan datar atau kecepatan tinggi karena bisa membebani mesin.
2. Turunkan Gigi Secara Bertahap
Pada mobil manual, gunakan gigi rendah (2 atau 1). Untuk transmisi otomatis, pilih mode “L”, “2”, atau “B” sesuai fitur mobil.
Turunkan gigi perlahan sambil menjaga RPM di bawah 3.000.
3. Pantau RPM dengan Teliti
RPM adalah penunjuk utama apakah *engine brake* bekerja optimal. Jika terlalu tinggi, hentikan penurunan gigi dan biarkan mobil melambat dulu.
4. Jangan Lupakan Rem Konvensional






