Kalau kamu punya skill potong rambut yang oke dan attitude profesional, siap-siap deh dapet pelanggan setia yang gak mau ke barbershop lagi.

3. Katering untuk Acara Duka
Berbeda dengan budaya Indonesia yang cenderung mengirim bunga, di beberapa negara, memberi makanan sebagai bentuk simpati adalah hal lumrah.
Ini bisa jadi ide yang menyentuh dan bermakna. Misalnya, menyediakan paket makanan sehat untuk keluarga yang sedang berduka. Bukan sekadar bisnis, tapi juga bentuk empati.
4. Pelatihan Teknologi untuk Orang Tua
Masih banyak orang tua yang bingung pakai HP atau aplikasi. Di luar negeri, ini justru jadi peluang bisnis.
Kamu bisa buka kelas kecil atau sesi privat yang ngajarin hal-hal dasar seperti cara pakai WhatsApp, kirim email, atau main Instagram. Sabar dan komunikatif adalah kunci sukses di sini.
5. Jasa Teman Curhat
Gak semua orang punya bahu untuk bersandar atau telinga untuk mendengar. Di beberapa negara, layanan profesional untuk curhat sudah jadi hal umum.
Di Indonesia, masih seumur jagung, tapi peluangnya besar! Kalau kamu punya latar belakang psikologi atau komunikasi, kamu bisa mulai dari platform online. Siapa bilang curhat gak bisa jadi bisnis?
6. Pijat Wajah dengan Tamparan
Buat kamu yang punya salon dan pengen tampil beda, teknik ini bisa jadi pembeda. Di San Francisco, teknik tamparan ringan digunakan untuk merangsang sirkulasi dan mengencangkan kulit wajah.





