Solusinya, ganti busi setiap 20.000 km dan lakukan pengecekan rutin pada sistem pengapian.
5. Sensor mesin rusak
Sensor seperti O2, MAF, atau TPS punya peran penting dalam mengatur campuran bahan bakar dan udara. Kalau ada yang rusak, ECU bisa salah mengatur pembakaran.
Solusinya, cek sensor menggunakan alat scanner OBD agar kerusakannya bisa terdeteksi dan diperbaiki.
6. Knalpot tersumbat
Tumpukan karbon di sistem knalpot atau katalisator bikin gas buang terhambat. Akibatnya, performa mesin jadi turun.
Solusinya, bersihkan sistem pembuangan kalau sudah mulai terasa mampet.
7. Idle speed control (ISC) bermasalah
Kalau ISC bermasalah, mesin bisa tidak stabil saat dari posisi diam ke akselerasi.
Solusinya, bersihkan ISC dan throttle body secara rutin supaya tetap bekerja dengan baik.
8. Aki mulai lemah
Aki lemah bikin kelistrikan nggak stabil. Sistem pengapian dan ECU pun ikut terganggu.
Solusinya, cek kondisi aki secara berkala, termasuk voltase dan kebersihan terminalnya.
9. Sistem bahan bakar bermasalah
Fuel pump lemah atau filter bahan bakar kotor bisa bikin tekanan bensin ke mesin berkurang. Akhirnya, pembakaran jadi nggak maksimal dan mobil brebet.
Solusinya, ganti fuel pump atau filter bahan bakar kalau sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Kesimpulannya, mobil brebet bisa dicegah dengan perawatan rutin dan pemakaian bahan bakar yang sesuai.






