INFOLADISHA – Generasi Z tidak sekadar doyan belanja online.
Mereka mulai masuk lebih jauh, ikut turun tangan membangun usaha mikro, kecil, dan menengah yang relevan dengan gaya hidup digital.
Akrab dengan teknologi, cepat membaca tren, dan terbiasa mengekspresikan diri di ruang digital, Gen Z kini menjadi pasar sekaligus pelaku utama UMKM kekinian.
Usaha yang mereka dorong biasanya lekat dengan kreativitas, teknologi, dan nilai sosial.
Media sosial menjadi pintu masuk paling jelas.
Instagram, TikTok, dan YouTube tidak hanya dipakai untuk pamer produk, tapi juga membangun cerita.
Konten visual dan video singkat yang ringan terbukti lebih mudah mencuri perhatian, bahkan mendorong penjualan tanpa perlu iklan mahal.
Di sisi lain, brand tidak lagi soal logo bagus.
Gen Z cenderung memilih usaha yang terasa jujur dan punya identitas jelas.
Cerita di balik produk, proses merintis, hingga nilai yang dibawa brand sering kali lebih menentukan dibanding harga.
Platform e commerce juga tidak ditinggalkan.
Marketplace seperti Shopee dan Tokopedia membuka akses pasar yang lebih luas.
Fitur live selling dan ulasan pelanggan dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan secara cepat, sesuatu yang penting di tengah persaingan ketat.
Soal konten, pendekatan promosi mulai bergeser. Edukasi, hiburan, hingga meme ringan dipilih agar audiens tidak merasa sedang dijualin.






