INFOLADISHA – Indikator konsumsi BBM di mobil sering terlihat meyakinkan.
Angkanya rapi, tampilannya digital, seolah tidak mungkin bohong.
Tapi bagi sebagian pengemudi, ada rasa curiga yang sulit diabaikan, terutama saat isi dompet makin cepat kosong sementara klaim “irit” tetap terpampang di panel instrumen.
Kalau mau tahu konsumsi BBM mobil secara lebih apa adanya, cara manual full to full masih jadi rujukan paling masuk akal.
Metodenya sederhana, tidak butuh aplikasi, dan relatif kebal dari optimisme berlebihan pabrikan.
Langkah awalnya dimulai dari SPBU. Tangki diisi sampai benar-benar penuh, idealnya hingga ujung leher pipa tangki.
Batas genangan BBM ini penting karena akan menjadi patokan pengisian berikutnya.
Jangan lupa mencatat jumlah liter yang masuk, bisa dari indikator di dispenser atau struk pengisian.
Sebelum mobil bergerak, reset trip meter atau catat angka odometer.
Jika mobil dilengkapi indikator efisiensi BBM, reset juga.
Anggap saja ini sebagai pembanding, bukan hakim utama.
Mobil lalu digunakan seperti biasa. Mau harian dalam kota, perjalanan luar kota, atau kombinasi keduanya, semua sah. Justru di situ gambaran konsumsi nyata akan terlihat.
Setelah periode berkendara selesai, mobil kembali ke SPBU dan diisi BBM sampai titik yang sama seperti pengisian pertama. Catat lagi berapa liter BBM yang masuk.






