INFOLADISHA – Ramadan 2026 mulai mengintip kalender.
Di balik itu, Kementerian Agama sudah bersiap dengan agenda klasik yang selalu ditunggu sekaligus diperdebatkan.
Pemantauan hilal akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada 17 Februari 2026.
Di Jawa Barat, ada 11 titik yang disiapkan.
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jabar, Ohan Burhan, menyebut Kota Bandung dan Kabupaten Pangandaran masuk dalam daftar lokasi pemantauan.
Bandung akan berpusat di Unisba, sementara Pangandaran dipilih karena posisi geografisnya yang menghadap langsung ke laut.
Pelaksanaan rukyatul hilal, kata Ohan, mengikuti ketentuan pemerintah.
Salah satu acuannya ketinggian hilal minimal tiga derajat.
Masalahnya, secara astronomi, kondisi di Jawa Barat tahun ini tidak terlalu ramah.
“Kalau lihat derajat, nampaknya di Jawa Barat tidak akan terlihat seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi mudah mudahan ada keajaiban,” ujar Ohan, Kamis, 5 Februari 2026.
Cuaca ikut menjadi faktor krusial.
Jarak pandang yang terhalang awan bisa langsung menggagalkan pengamatan, seberapa canggih pun alat yang dipakai.
Karena itu, hasil rukyat nantinya tetap akan bergantung pada laporan dari seluruh wilayah Indonesia.
Untuk memastikan proses berjalan rapi, setiap kabupaten dan kota akan menurunkan lima petugas.
Mereka berasal dari unsur Badan Hisab Rukyat dan ormas Islam.






