INFOLADISHA – Upaya seratusan pekerja tambang yang menggeruduk Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 6 Februari 2026, berbuah hasil.
Setelah berjam jam menyuarakan aspirasi, perwakilan massa aksi mendapat kepastian akan difasilitasi bertemu pimpinan Pemprov Jawa Barat.
Kepastian itu muncul usai audiensi singkat dengan Asisten Daerah II Setda Pemprov Jabar Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sumasna, di sela aksi unjuk rasa.
Pemerintah provinsi menjanjikan pertemuan lanjutan bersama Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman pada Senin 9 Februari 2026 mendatang di Gedung Sate.
Pertemuan tersebut akan menjadi ruang bagi buruh dan pelaku usaha tambang menyampaikan tuntutan utama mereka, yakni pembukaan kembali tambang yang ditutup sementara di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.
“Ayo, sekarang kita pulang. Senin jam 9 pagi ketemu Sekda. Kita siapkan pengacara dan pengamat lingkungan,” ujar salah satu koordinator aksi kepada massa, usai berbincang dengan Sumasna.
Mendengar kepastian itu, peserta aksi mulai membubarkan diri secara tertib.
Truk dan bus yang sebelumnya memadati Jalan Diponegoro perlahan meninggalkan kawasan Gedung Sate.
Dalam aksi tersebut, Koordinator Aksi sekaligus Ketua DPD Serikat Buruh Nasionalis Indonesia Jawa Barat, Yadi Suryadi, menegaskan pihaknya hanya menuntut kejelasan kebijakan atas penutupan sementara tambang yang diberlakukan sejak September 2025.






