INFOLADISHA – Suara mesin motor matic yang mulai terdengar kasar sering dianggap angin lalu.
Padahal, perubahan bunyi sekecil apa pun bisa menjadi sinyal ada komponen yang mulai aus atau tidak bekerja optimal.
Jika dibiarkan, kerusakan kecil berpotensi merembet dan membuat biaya servis melonjak.
Di jalanan kota yang padat, motor matic jadi tulang punggung mobilitas harian.
Dipakai kerja, antar anak sekolah, sampai mengejar orderan.
Ritme pemakaian yang tinggi membuat perawatan tak bisa ditunda.
Berikut lima langkah sederhana yang bisa membantu menjaga mesin tetap halus dan nyaman dipakai.
Cek Baut yang Mulai Kendur
Suara berisik kadang bukan berasal dari inti mesin, melainkan dari baut yang sudah tak terikat kuat.
Getaran saat berkendara dan paparan cuaca bisa membuat baut mengendur perlahan.
Bagian yang sering terkena getaran seperti cover CVT dan dudukan tertentu layak dicek secara berkala.
Mengencangkan baut yang longgar sering kali cukup untuk meredam bunyi tanpa perlu bongkar mesin.
Perhatikan Kondisi Roller CVT
Roller CVT memegang peran penting dalam sistem transmisi otomatis.
Komponen ini mengatur perpindahan rasio sehingga akselerasi terasa mulus.
Ketika roller mulai aus atau bentuknya tak lagi presisi, tarikan motor bisa terasa berat dan muncul suara kasar saat gas dibuka.
Umumnya, penggantian dilakukan setiap 25 ribu sampai 27 ribu kilometer atau sekitar dua tahun pemakaian.


