INFOLADISHA – Kabar pahit datang dari pasar konsol.
Sony Group kembali menaikkan harga PlayStation 5 secara global, termasuk lonjakan USD100 di Amerika Serikat.
Ini jadi penyesuaian kedua dalam waktu kurang dari setahun.
Mengacu laporan Reuters pada Selasa 31 Maret, kenaikan dipicu lonjakan biaya komponen utama, terutama chip memori.
Industri teknologi global kini sedang berburu infrastruktur kecerdasan buatan atau AI, membuat pasokan chip untuk perangkat konsumen makin terdesak.
Produsen semikonduktor mengalihkan fokus ke pusat data AI yang menawarkan margin lebih tinggi.
Dampaknya langsung terasa ke lini produk seperti konsol game, yang kini harus berbagi pasokan dengan sektor yang jauh lebih agresif secara investasi.
Mulai 2 April 2026, harga baru PS5 di Amerika Serikat resmi berlaku.
PS5 Standard dibanderol sekitar Rp11,04 juta.
Versi Digital Edition menyentuh Rp10,19 juta.
Sementara PS5 Pro melonjak hingga Rp15,29 juta.
Perangkat tambahan PlayStation Portal kini berada di kisaran Rp4,24 juta.
Angka itu membuat konsol Sony makin jauh dari kategori terjangkau, terutama bagi gamer yang menahan upgrade sejak beberapa tahun terakhir.
Penyesuaian harga tidak berhenti di Amerika Serikat.
Sony juga menerapkannya di Eropa dan Jepang setelah mengevaluasi tekanan biaya di rantai pasok global.
Situasi ini menegaskan bahwa industri konsol sedang berada dalam fase sulit, bukan hanya dari sisi permintaan, tetapi juga ongkos produksi.





