INFOLADISHA – Ban belakang motor yang tiba tiba terasa goyang saat dikendarai kerap dianggap sepele.
Padahal kondisi ini bisa langsung memengaruhi kendali kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Masalahnya tidak selalu rumit. Dalam banyak kasus, penyebabnya justru datang dari hal hal dasar yang sering diabaikan pengendara.
Berikut enam faktor yang paling sering membuat ban belakang motor tidak stabil.
Tekanan angin yang tidak sesuai menjadi penyebab paling umum.
Ban yang kekurangan angin akan mengalami keausan tidak merata sehingga daya cengkeram ke jalan menurun.
Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi membuat ban terlalu keras dan mudah kehilangan grip, terutama di jalan bergelombang.
Kondisi ban juga berpengaruh besar. Ban yang sudah aus atau retak jelas tidak lagi optimal mencengkeram aspal.
Namun masalah tidak berhenti di situ. Ban baru pun bisa terasa oleng jika pemasangannya tidak presisi atau tidak seimbang dengan velg.
Gangguan pada engine mounting juga sering luput dari perhatian.
Komponen ini berfungsi menopang mesin agar tetap stabil di rangka.
Saat karet mounting mulai getas atau longgar, posisi mesin bisa bergeser dan memicu getaran yang terasa hingga ke roda belakang.
Velg bengkok menjadi penyebab lain yang cukup sering terjadi.





