INFOLADISHA – Penipuan kripto kini menjadi ancaman yang semakin serius bagi investor ritel.
Jika sebelumnya serangan banyak menyasar perusahaan besar dan bursa aset digital, dalam dua tahun terakhir pelaku kejahatan siber justru lebih agresif membidik pengguna individu.
Perubahan pola ini menunjukkan bahwa risiko investasi aset digital tidak lagi hanya berkaitan dengan naik turunnya harga.
Ancaman kehilangan dana akibat penipuan kini menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi para pemilik aset kripto.
Berbagai modus terus bermunculan, mulai dari situs palsu, aplikasi tiruan, phishing, hingga iming iming keuntungan fantastis yang sulit diwujudkan.
Baca Juga: Harga Perak Melejit 150 Persen, Ini 10 Tips Investasi Perak 2026 yang Wajib Diketahui Pemula
Dalam sejumlah kasus, kejahatan terkait kripto bahkan telah merambah ke dunia nyata melalui aksi perampokan dan penculikan yang menyasar pemilik aset digital.
Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi investor untuk lebih berhati hati sebelum menempatkan dana di instrumen kripto.
Pemahaman mengenai keamanan digital kini sama pentingnya dengan kemampuan membaca pergerakan pasar.
Agar tidak menjadi korban, berikut sejumlah langkah yang perlu diperhatikan.
1. Kenali Proyek Sebelum Membeli
Sebelum membeli aset kripto, pastikan memahami proyek yang berada di balik token atau koin tersebut.





