INFOLADISHA – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta seluruh perangkat daerah mempercepat penataan di berbagai wilayah.
Ia menegaskan, kondisi kumuh dan semrawut tidak boleh lagi menjadi pemandangan di Kota Bogor.
Penataan tersebut, kata Dedie, sejalan dengan gerakan ASRI atau Aman, Sehat, Resik, dan Indah yang telah dicanangkan Presiden.
“Pokoknya hal-hal seperti itu tidak boleh ada lagi di Bogor,” ujar Dedie saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, pembenahan kota tidak hanya menyasar satu persoalan.
Penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan maupun pedestrian akan terus dilakukan, terutama di lokasi yang kerap memicu tumpukan sampah dan mengganggu ketertiban.
Baca Juga: Jangan Lewatkan Bulan Maulid, Ini 3 Amalan yang Bisa Diperbanyak di Rabiul Awal
Selain itu, Pemkot Bogor juga akan mendorong kegiatan bersih lingkungan, mulai dari kerja bakti, pembersihan sungai dan saluran air, hingga penertiban reklame serta parkir liar.
Dedie mengapresiasi peran masyarakat dan jajaran perangkat daerah, baik di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun dinas, yang selama ini terlibat dalam menjaga lingkungan dan ketertiban kota.
Penataan juga menyasar angkutan umum yang berhenti atau ngetem sembarangan. Dedie meminta adanya tindakan terhadap pengemudi yang tidak mematuhi aturan karena dinilai turut memperparah kesemrawutan.






Respon (1)