INFOLADISHA – Pemerintah Kota Bogor menyiapkan tempat baru bagi para pedagang kaki lima (PKL) melalui pembangunan hanggar di Jalan Nyi Raja Permas.
Tak sekadar menjadi lokasi berjualan, fasilitas ini dirancang untuk menampung pedagang secara bertahap hingga mencapai 800 sampai 1.000 orang.
Rencana tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan yang sebelumnya dipenuhi aktivitas PKL.
Sejumlah pedagang yang selama ini berjualan di Jalan Dewi Sartika, Sawojajar, Ma Salmun hingga Merdeka juga diarahkan untuk masuk ke lokasi perdagangan yang lebih tertata.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan pemerintah telah menyampaikan rencana tersebut kepada para pedagang. Sosialisasi juga dilakukan kepada PKL yang masih menempati kawasan Jalan Nyi Raja Permas.
Baca Juga: Dari Kebon Pedes ke Pakistan, Ada Apa dengan Kampung Ini?
“Jadi artinya, kita berasumsi bahwa mereka yang saat ini masih menempati area di Jalan Nyi Raja Permas sudah paham,” kata Dedie, Senin, 28 September 2026.
Hanggar tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi satu jenis pedagang. Beragam komoditas, seperti bunga, buah, sayuran hingga makanan, akan mendapat tempat di dalamnya.
Sembari pembangunan berlangsung, pemerintah menyiapkan sejumlah lokasi yang masih memiliki ruang untuk menampung pedagang.
Dedie menyebut Blok F, Blok A-B, Profindo dan Jevana sebagai beberapa pilihan yang bisa digunakan sementara.






Respon (1)