INFOLADISHA – Hujan yang mulai rutin turun di Kabupaten Bogor sejak awal Oktober 2026 belum sepenuhnya memulihkan ketersediaan air bersih.
Di Kecamatan Tanjungsari, sebanyak 1.229 warga masih menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari akibat berkurangnya pasokan dari sumber mata air.
Kondisi tersebut dialami warga Kampung Nagrak dan Kampung Kebon Jambe, Desa Antajaya.
Bantuan air bersih pun telah disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah belum pulihnya ketersediaan air.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan persoalan utama yang dihadapi warga adalah menurunnya ketersediaan air dari sumber mata air.
Baca Juga: Wajah Baru Bogor Timur Mulai Disiapkan, 21 OPD Bakal Pindah ke Katulampa
Berdasarkan data BPBD per Senin (12/10/2026), jumlah warga terdampak di Kampung Nagrak mencapai 542 jiwa dari 180 kepala keluarga (KK).
Sementara itu, Kampung Kebon Jambe mencatat 687 jiwa dari 230 KK yang mengalami kesulitan serupa.
Secara keseluruhan, terdapat 410 KK atau 1.229 jiwa di kedua kampung tersebut yang masih membutuhkan akses air bersih.
Untuk membantu warga, BPBD Kabupaten Bogor telah mendistribusikan 5.000 liter air bersih dalam satu ritase pengiriman.
Namun, penyaluran bantuan tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.







Respon (1)