INFOLADISHA – Sakit mag atau dispepsia umumnya bersifat ringan dan bisa menghilang dengan perawatan sederhana.
Meski begitu, gejalanya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan bisa sering kambuh, terutama bila penderitanya tidak menjaga pola makan dengan baik.
Pola makan yang bisa menyebabkan kekambuhan atau memperburuk kondisinya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak, makanan asam, dan makanan pedas, serta minum minuman berkafein, bersoda, dan beralkohol.
Selain itu, ada beberapa hal yang juga dapat memicu mag kambuh. Berikut penjelasan lengkapnya seperti dilansir dari laman alodokter.com.
Baca Juga: 5 Makanan Penyebab Usus Buntu
- Sering telat makan, makan terlalu cepat, atau langsung tidur setelah makan
- Pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan kurang tidur
- Stres berlebihan atau masalah kejiawaan, seperti gangguan kecemasan dan depresi
- Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat pereda nyeri, antibiotik, dan obat kortikosteroid
- Penyakit tertentu, seperti penyakit asam lambung (GERD), sindrom iritasi usus besar, dan infeksi bakteri Helicobacter pylori
Ciri-Ciri Mag Kambuh
Saat mag kambuh, ada beberapa tanda atau ciri dispepsia yang bisa dikenali, yaitu:
Baca Juga: Ini 5 Manfaat Berjalan Kaki Setiap Hari Untuk Kesehatan Jantung
- Nyeri ulu hati
- Sakit perut di bagian kiri atas
- Perut kembung
- Perut terasa kenyang meski baru makan sedikit
- Perut terasa tidak nyaman setelah makan
- Sering bersendawa atau kentut
- Mulut terasa asam atau pahit
- Mual atau muntah
Ciri-ciri mag kambuh tersebut bisa saja intensitasnya ringan, tetapi mungkin juga berat hingga mengganggu aktivitas, apalagi bila penderitanya tidak menjaga pola makannya atau tidak mampu mengendalikan stres yang dialami.





