INFOLADISHA – Berita duka mengenai meninggalnya Lilie Wijayati dan drg Elsa Laksono, dua wanita berusia 60 tahun, akibat kedinginan di Puncak Cartenz (Carstensz Pyramid) di Papua, menjadi pengingat bagi kita semua tentang bahaya yang mengintai para pendaki gunung tinggi (diatas 10000 kaki / 3048 m).
Puncak Cartenz dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut merupakan puncak tertinggi di Indonesia dan salah satu dari Seven Summits (tujuh puncak tertinggi di tujuh benua).
Pada ketinggian seperti itu, tubuh manusia menghadapi berbagai tantangan fisiologis yang dapat berakibat fatal jika tidak dipersiapkan dan ditangani dengan baik.
Makin tinggi posisi dari permukaan laut yang dianggap sebagai O meter, tekanan barometrik udara akan menurun, yang berarti tekanan parsial oksigen (PO₂) juga menurun.
Meskipun persentase oksigen di udara tetap sama (sekitar 21%), jumlah molekul oksigen yang tersedia per kali napas kita akan berkurang.
Hal ini menyebabkan penurunan saturasi oksigen (SpO2) dalam darah (hipoksemia), yang dapat menyebabkan tubuh akan kekurangan oksigen (hipoksia).
Ada beberapa perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh saat berada di ketinggian, dalam hal ini lebih dari 3048 m / 10.000 kaki :
Pertama, terjadi peningkatan ventilasi / frekuensi napas. Tubuh akan berusaha mengompensasi rendahnya kadar oksigen dengan bernapas lebih cepat dan dalam.






