INFOLADISHA – Sebuah penelitian terbaru menemukan adanya keterkaitan antara menikah dan penurunan fungsi otak.
Disebutkan orang yang menikah memiliki risiko lebih besar untuk terkena demensia atau penurunan fungsi otak.
Demensia merupakan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi daya ingat, cara berpikir, berperilaku, dan beraktivitas.
Penyebab penurunan fungsi otak paling umum dari kondisi ini adalah alzheimer.
Temuan ini sebenarnya tak terduga mengingat penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya justru menemukan manfaat kesehatan dari menikah, seperti risiko penyakit jantung lebih rendah hingga usia yang lebih panjang.
Penelitian dari Florida State University College of Medicine menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab orang lajang lebih kecil kemungkinannya untuk terkena demensia.
“Orang yang belum menikah mungkin memiliki risiko demensia yang lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa yang sudah menikah,” tulis peneliti.
“Temuan ini dapat menunjukkan diagnosis yang tertunda di antara orang yang belum menikah atau menantang asumsi bahwa pernikahan melindungi terhadap demensia,” sambungnya.
Peneliti mengamati catatan kesehatan 24.107 orang lanjut usia (rata-rata 71,8 tahun) selama 18 tahun. Orang-orang ini dibagi menjadi empat kelompok yaitu menikah, ditinggal meninggal suami atau istri, bercerai, dan tidak pernah menikah.





