INFOLADISHA – Musim kemarau 2025 akhirnya tiba. Menurut BMKG, musim kering tahun ini mulai berlangsung sejak April dan akan menyebar secara bertahap ke berbagai wilayah Indonesia.
Meskipun diprediksi lebih singkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, jangan dulu merasa lega, karena dampak kesehatannya tetap perlu diwaspadai.
Cuaca yang lebih panas, kelembapan udara yang rendah, dan potensi penurunan kualitas air bersih bisa jadi kombinasi yang cukup “menantang” bagi tubuh kita.
Maka dari itu, penting banget untuk lebih peduli dengan kesehatan selama musim kemarau berlangsung.
Biar kamu nggak salah langkah, yuk kenali delapan penyakit yang sering muncul saat musim kemarau dan cara mencegahnya!
1. Dehidrasi, Si “Pencuri Cairan” Diam-Diam
Kemarau bikin tubuh lebih cepat kehilangan cairan lewat keringat. Kalau kamu jarang minum air, risiko dehidrasi pun meningkat. Efeknya bisa bikin kamu pusing, lemas, bahkan pingsan kalau parah.
Cara mencegah: Minum air minimal 2 liter sehari. Jangan tunggu haus, pokoknya rajin minum, apalagi kalau kamu banyak aktivitas di luar ruangan.
2. Sakit Kepala dan Migrain
Panas yang menyengat ditambah kurang cairan bisa jadi kombinasi maut penyebab sakit kepala. Bagi yang punya riwayat migrain, musim kemarau bisa jadi “musim ujian”.
Cara mencegah: Tetap terhidrasi, istirahat cukup, dan hindari terlalu lama terpapar sinar matahari langsung.





