Info Bisnis

Rokok Mahal, Perokok Nyalain yang Murah: Produksi Turun, Salahkan Downtrading?

84
×

Rokok Mahal, Perokok Nyalain yang Murah: Produksi Turun, Salahkan Downtrading?

Sebarkan artikel ini
.

INFOLADISHA – Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Askolani, angkat bicara mengenai penurunan produksi rokok yang terjadi hingga Maret 2025.

Ia menegaskan bahwa tren penurunan sebesar 4,2% tersebut bukan sepenuhnya disebabkan oleh fenomena downtrading, yakni peralihan konsumsi rokok dari kelas mahal ke kelas yang lebih murah.

“Penurunan produksi ini utamanya terjadi pada rokok golongan I yang turun 10%, sementara golongan II justru naik 1,3% dan golongan III meningkat hingga 7%,” ujar Askolani dalam keterangan tertulis, Jumat (2/5/2025).

Askolani menjelaskan bahwa penurunan produksi rokok merupakan hasil dari sejumlah faktor yang saling memengaruhi, tidak hanya dari sisi pergeseran preferensi konsumen.

“Downtrading memang terjadi, tapi penurunan ini juga dipicu oleh menurunnya daya beli masyarakat dan kebijakan kesehatan yang makin ketat,” tegasnya.

Fenomena downtrading sendiri muncul ketika konsumen, terdorong oleh tekanan ekonomi dan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT), mulai beralih dari rokok golongan I—yang dikenakan cukai tertinggi—ke golongan II dan III yang lebih terjangkau.

Hal ini tercermin dari data produksi: sementara produksi rokok golongan I menyusut, dua golongan di bawahnya justru mengalami peningkatan.

Namun, menurut Askolani, pemerintah tidak hanya berfokus pada gejala downtrading semata. Evaluasi menyeluruh terus dilakukan, termasuk pengawasan ketat terhadap peredaran pita cukai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *