Info Bisnis

Ekonomi Masih Masuk Angin: Daya Beli Loyo, Sinyal Resesi Makin Nyaring

×

Ekonomi Masih Masuk Angin: Daya Beli Loyo, Sinyal Resesi Makin Nyaring

Sebarkan artikel ini

INFOLADISHA — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang patut diwaspadai.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan hanya mencapai 4,87% secara tahunan (year-on-year), melemah dibanding kuartal I-2024 yang tumbuh 5,11%. Ini menjadi pertumbuhan paling lambat sejak kuartal III-2021.

Padahal, kuartal awal tahun ini seharusnya menjadi momentum pendorong pertumbuhan, seiring dengan perayaan Ramadan dan Idulfitri yang secara historis mendongkrak konsumsi rumah tangga yang merupakan komponen terbesar dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,89% yoy, nyaris stagnan dibanding tahun lalu, dan tetap berada di bawah angka psikologis 5%.

Daya Beli Terkikis, Konsumsi Tak Bergeliat

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai lemahnya konsumsi mencerminkan pelemahan daya beli masyarakat yang terjadi sejak awal tahun.

Indeks Keyakinan Konsumen yang menurun turut menjadi indikator turunnya optimisme publik terhadap kondisi ekonomi.

“Ini seharusnya jadi alarm dini. Momentum Idulfitri gagal mendongkrak ekonomi karena daya beli sudah lebih dulu melemah,” ujarnya.

Celios mencatat bahwa perputaran uang saat Lebaran 2025 justru turun signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai pembanding, pada 2023 konsumsi rumah tangga saat musim mudik dan Lebaran tumbuh 5,22%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *