Info Kesehatan

Jarang Sarapan Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesehatan, Terutama Jantung

33
×

Jarang Sarapan Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesehatan, Terutama Jantung

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi menu sarapan/IST

INFOADISHA – Sarapan dapat membantu tubuh memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk mempertahankan energi, menyeimbangkan hormon, dan meningkatkan suasana hati. Namun, banyak orang yang jarang sarapan karena berbagai alasan, seperti merasa tidak lapar, jadwal yang padat, atau dengan tujuan menurunkan berat badan.

Nyatanya, jarang sarapan bisa memberikan dampak yang buruk terhadap tubuh. Simak penjelasannya berikut ini.

Jarang sarapan bisa menimbulkan efek jangka pendek maupun jangka panjang. Dikutip dari laman Eating Well dan VN Express, berikut hal buruk yang bisa terjadi.

1. Kelelahan

Ketika bangun di pagi hari, kadar gula darah akan lebih rendah. Jika hal ini terjadi dalam kondisi yang lama, dalam artian jarang sarapan, maka kelelahan bisa dialami.

Otak bergantung pada glukosa untuk bekerja secara optimal. Glukosa terutama berasal dari karbohidrat yang bisa didapat dari sarapan.

Sehingga, kandungan karbohidrat tersebut bisa membantu menjaga kadar gula darah yang sehat untuk meningkatkan energi, fokus mental, dan kekuatan otak.

2. Hormon Terganggu

Terlalu lama tidak mendapatkan makanan bisa menurunkan kadar gula darah dan mengacaukan kadar hormon. Hal ini dimulai dengan kortisol atau hormon stres.

“Kortisol sangat memengaruhi suasana hati, respon stres Anda, dan bagaimana Anda merespon tugas dan situasi sehari-hari. Umumnya, kadar kortisol lebih tinggi saat Anda bangun dan menurun seiring berjalannya hari. Sarapan bisa membantu mengelola kadar ini dan stres, memberi dorongan mental untuk menjalani hari,” kata dokter keluarga bersertifikat, Laura Purdy, MD, MBA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *