INFOLADISHA – Kalau tinggal di Indonesia, yang panasnya hampir sepanjang tahun, kaca film mobil bukan lagi pelengkap gaya, tapi sudah jadi kebutuhan.
Matahari tropis memang menyenangkan saat liburan di pantai, tapi saat berkendara? Rasanya seperti duduk di dalam oven.
Nah, banyak orang mengira semakin gelap kaca film, semakin nyaman. Padahal, gelap saja tidak cukup.
Ada kaca film yang hitam legam dari luar, tapi di dalam kabin tetap gerah.
Kenapa? Karena kegelapan tidak selalu sejalan dengan kemampuan menolak panas.
Yang perlu diperhatikan saat memilih kaca film adalah tingkat penerusan cahaya, atau Visible Light Transmission (VLT). Angkanya biasanya ditulis dalam persen, semakin kecil berarti semakin gelap.
Tapi, kaca film yang terlalu gelap bisa bikin masalah lain seperti pandangan ke luar jadi terbatas, terutama malam hari atau saat hujan.
Selain VLT, ada dua hal lain yang jauh lebih penting yaitu kemampuan menolak sinar inframerah (IR) yang bikin kabin panas, dan perlindungan dari sinar UV yang merusak kulit dan interior mobil.
Jadi, jangan tertipu tampilan gelap, kalau filmnya hanya hitam tanpa teknologi tolak panas, ya tetap saja panas.
Iklim tropis itu unik, karena bisa saja matahari terik hampir setiap hari, suhu tinggi, dan kelembapan bikin udara terasa pengap.
Kabin mobil tanpa perlindungan kaca film yang baik bisa terasa jauh lebih panas dibanding suhu luar.






