INFOLADISHA – Kamera dasbor alias dashcam kini jadi perlengkapan penting bagi banyak pengemudi.
Selain merekam perjalanan, perangkat ini juga kerap dijadikan alat bukti saat terjadi kecelakaan atau insiden di jalan.
Fungsinya sebagai “saksi mata digital” membantu menyelesaikan sengketa hukum, mencegah penipuan, hingga mendokumentasikan perjalanan harian.
Namun, di tengah maraknya penggunaan kendaraan listrik (EV), muncul pertanyaan umum, apakah pemasangan dashcam aman untuk sistem kelistrikan mobil listrik? Apakah tidak berdampak pada baterai?
Kekhawatiran tersebut cukup wajar. Mobil listrik sangat bergantung pada efisiensi penggunaan daya, dan perangkat tambahan seperti dashcam tentu jadi pertimbangan.
Menjawab hal ini, sejumlah produsen dashcam menyatakan perangkat mereka telah dirancang agar tidak mengganggu sistem kendaraan modern, termasuk EV.
Salah satu contoh yang dibawa ke publik lewat ajang GIIAS 2025 adalah peluncuran dashcam seri terbaru dengan konsumsi daya sangat rendah.
Beberapa produsen memperkenalkan fitur seperti mode hemat daya saat parkir, yang memungkinkan dashcam tetap aktif berhari-hari tanpa menguras daya baterai secara signifikan.
Fitur ini bekerja dengan cara menjaga konsumsi daya tetap di bawah angka 1mA, serta memiliki sistem pemutus voltase otomatis.
Artinya, ketika daya baterai menyentuh batas tertentu, dashcam akan berhenti bekerja untuk mencegah kerusakan atau pengurasan daya berlebih.






