INFOLADISHA – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor pada Sabtu (9/8/2025) kembali memicu banjir di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Kemang dan Rancabungur.
Air merendam puluhan rumah, memutus akses jalan, dan memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Menanggapi kondisi yang terus berulang, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengeluarkan peringatan keras.
Ia meminta warga yang memiliki bangunan di bantaran sungai untuk segera membongkar secara mandiri.
“Jangan sampai satu atau dua bangunan mengorbankan ribuan warga lain,” tegas Rudy usai rapat koordinasi penanganan banjir di Kantor Kecamatan Rancabungur, Selasa (12/8/2025).
Rudy menekankan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
Ia mendorong kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemprov Jawa Barat, dan Pemkab Bogor untuk memetakan jalur air dari hulu hingga hilir, sekaligus menentukan langkah teknis yang tepat.
Dalam waktu dekat, Pemkab Bogor akan menandatangani nota kesepahaman dengan Pemprov Jabar, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Dinas PSDA.
“Saatnya kita satukan kekuatan anggaran dan sumber daya agar penanganan bencana bisa dilakukan tuntas,” ujarnya.
Tak hanya memukul warga, banjir kali ini juga merusak fasilitas publik.
Balai Benih Ikan milik Pemkab Bogor ikut terdampak, dengan beberapa indukan dan bibit ikan hanyut terbawa arus.






