INFOLADISHA – Suasana panas terjadi di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, saat sejumlah warga yang diduga berasal dari Tangerang melabrak petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor.
Mereka menuding petugas membiarkan truk tambang melintas di luar jam operasional, sebagaimana diatur dalam Perbup Bogor Nomor 56.
Dalam video yang beredar, terlihat beberapa orang berseragam jaket Karang Taruna memprotes keras hingga membawa pentungan.
Mereka menghampiri petugas Dishub yang sedang berjaga, sambil melontarkan kritik tajam terkait kinerja pengawasan lalu lintas.
Bahkan, sebagian petugas Dishub tampak kaget dan memilih masuk ke ruangan untuk menghindari amukan massa.
Menanggapi hal ini, Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, menegaskan bahwa tuduhan pembiaran tidak benar.
Ia menyebut anggotanya justru sudah bekerja sejak dini hari untuk mengatur arus truk tambang.
“Petugas kita mulai jam 3 subuh sudah bekerja, baik yang isi maupun kosongan. Jadi, tidak ada pembiaran,” kata Bayu, Selasa (16/9/2025).
Bayu juga menegaskan insiden tersebut terjadi ketika petugas sedang beristirahat.
“Ada yang lagi sholat, ada yang makan. Jadi memang bukan berarti diam saja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bayu mengungkap warga yang protes berasal dari Tangerang.
Menurutnya, aksi itu dipicu kondisi lalu lintas di wilayah mereka yang macet akibat perbaikan jalan Parung Panjang dan Jembatan Leuwiranji.






