INFOLADISHA – Harapan warga Citeureup untuk segera memiliki halte TransJabodetabek P11 di kawasan Exit Tol Citeureup terpaksa kembali tertunda.
Pemerintah Kabupaten Bogor mengakui bahwa pembangunan fasilitas tersebut tersendat karena persoalan kewenangan dan belum tersedianya anggaran.
Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Bogor, Hedi Heryadi, menyebutkan bahwa rencana pembangunan halte sebenarnya pernah dibahas melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Namun, hingga kini langkah konkret dari pihak terkait belum terlihat.
“Dulu ada wacana mau ada CSR buat halte, tapi progresnya belum kami pahami, karena terkait TransJakarta,” ujar Hedi, Selasa (9/12/2025).
Selain itu, Pemkab Bogor tak bisa langsung membangun halte di titik tersebut.
Lokasinya berada dalam kawasan Exit Tol Citeureup yang merupakan wilayah kewenangan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
“Kalau Kabupaten Bogor mau membangun, boleh atau tidak? Karena itu wilayahnya BPJT,” jelasnya.
Hedi menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada anggaran dari Pemkab Bogor yang disiapkan untuk proyek tersebut.
Mereka masih berharap ada dukungan CSR agar pembangunan bisa berjalan.
“Sudah ada rencana dari TransJakarta, CSR-nya mereka. Karena kendaraannya sudah mobilitas ke situ, jadi kemungkinan nanti dibangun oleh TJ,” tutupnya.






