Teknologi

AI Masuk Ranah Keagamaan, Pemerintah Ingatkan Risiko Jawaban Keliru

×

AI Masuk Ranah Keagamaan, Pemerintah Ingatkan Risiko Jawaban Keliru

Sebarkan artikel ini

Menurut Nezar, pendekatan semacam ini penting agar teknologi tetap berfungsi sebagai alat bantu pengetahuan tanpa menggantikan otoritas keagamaan.

Sementara itu Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Ahmad Imam Mujaddid Rais menilai kehadiran platform AI keislaman relevan dengan kebiasaan generasi muda saat ini.

Ia mengatakan generasi milenial dan generasi Z semakin sering mencari jawaban soal agama melalui mesin pencari internet.

Masalahnya, tidak semua informasi yang beredar di ruang digital memiliki sumber yang jelas.

Menurut Ahmad, kehadiran platform seperti Aiman dan Aisha dapat memperkaya literasi keislaman di masyarakat sekaligus membantu menghadirkan pemahaman agama yang lebih harmonis.

Ia juga mendorong pengembang untuk terus memperluas basis data dengan rujukan kitab, fatwa ulama, serta literatur keislaman lain yang kredibel agar jawaban yang diberikan semakin lengkap dan tetap sesuai dengan rujukan keilmuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *