INFOLADISHA – Kabupaten Bogor selama ini kerap dilekatkan dengan citra hujan dan kawasan penyangga ibu kota.
Namun, di balik itu, bentang alam perdesaan yang masih luas justru menjadi modal besar bagi daerah ini untuk melaju lebih jauh tanpa harus mengorbankan lingkungan.
Karakter wilayah Kabupaten Bogor yang sebagian besar berupa kawasan perdesaan menjadikannya kaya akan sumber daya alam.
Lanskap alami ini bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk pertanian dan pariwisata berbasis lingkungan.
Arah pembangunan daerah pun secara tegas menempatkan alam sebagai fondasi utama.
Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 2 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025–2045.
Dalam dokumen itu, konservasi alam ditetapkan sebagai prinsip utama pembangunan, baik dalam pengelolaan sumber daya alam maupun pengembangan sektor pariwisata.
Di tengah berbagai sektor yang berkembang, pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Bogor.
Pada subsektor tanaman pangan, sejumlah komoditas strategis terus dipertahankan dan dikembangkan, mulai dari padi sawah hingga talas, ubi jalar, dan ubi kayu.
Komoditas ini tidak hanya menopang kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan regional.
Tak berhenti di situ, sektor hortikultura juga menunjukkan geliat positif.






