Menariknya, lebih dari separuh kawasan budidaya tersebut, tepatnya 126.781,72 hektare, diperuntukkan bagi sektor pertanian dalam arti luas.
Ini menjadi cerminan kuat komitmen daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus keberlanjutan lingkungan.
Kawasan pendukung utama ketahanan pangan Kabupaten Bogor mencakup kawasan tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, hutan produksi tetap, serta hutan produksi terbatas.
Seluruhnya dirancang untuk dikelola secara berkelanjutan, dengan keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan kelestarian alam.
Dengan strategi pembangunan jangka panjang yang berpijak pada konservasi dan potensi lokal, Kabupaten Bogor tampak tak sekadar ingin tumbuh cepat.
Daerah ini memilih tumbuh cerdas dengan alam yang tetap terjaga, ekonomi masyarakat bergerak, dan masa depan disiapkan sejak sekarang.




