Tak berhenti di situ, Purbaya juga menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) akan diterapkan di seluruh pelabuhan guna memperkuat pengawasan.

Harapannya, sistem ini bisa meminimalkan praktik curang, termasuk permainan nilai barang yang kerap merugikan negara.
Dalam pernyataannya, Purbaya mengakui bahwa ia telah meminta waktu setahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi Bea Cukai.
Nada bicaranya pun cukup tegas, bahkan bernuansa ultimatum.
“Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan,” ujarnya.
Pernyataan ini ia ulang berkali-kali seolah ingin memastikan semua orang paham, reformasi DJBC bukan basa-basi, dan ia tak segan mengambil langkah ekstrem jika perubahan tidak terjadi.
Reformasi Bea Cukai kini memasuki fase serius.
Tinggal menunggu apakah langkah Purbaya akan benar-benar mengubah wajah pengawasan ekspor-impor di Indonesia atau hanya menambah daftar panjang drama birokrasi.
Waktu berjalan, dan pelabuhan-pelabuhan menunggu kehadiran sang menteri yang mulai terdengar seperti “penjaga malam” baru di garis depan perdagangan Tanah Air.





