“Parkir manual bisa kita ubah jadi sistem elektronik. Begitu juga reklame, yang sekarang masih sporadis, akan kita atur dengan sistem monitoring digital,” jelasnya.

Pemerintah juga berencana membangun command center yang bisa memantau titik-titik reklame secara real-time.
Mulai dari status pendaftaran, pembayaran retribusi, sampai pemberitahuan otomatis jika ada yang belum tertib.
“Ini akan jadi potensi pendapatan baru yang terkontrol,” tambahnya.
Tak ketinggalan, sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga masuk daftar prioritas.
Dedie menyebutkan bahwa realisasi PBB di Bogor baru tembus 60 persen. Sisanya? Jadi pekerjaan rumah yang akan dikejar serius.
“Intinya, semua langkah ini untuk memastikan kebijakan dan program pembangunan bisa benar-benar diwujudkan. Biar Bogor makin beres dan maju,” pungkas Dedie.




