Ia memastikan klaim adanya 700 orang terjebak di dalam tambang sama sekali tidak berdasar.
Hingga kini, tidak ada satu pun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Penyelidikan atas kemunculan asap juga dilakukan oleh Kepolisian Resor Bogor.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan asap terdeteksi di salah satu level pertambangan sekitar pukul 00.30 WIB, namun sumber pastinya belum bisa dipastikan.
“Kondisi di dalam lubang tambang masih belum aman untuk dimasuki karena kadar gas karbon monoksida masih tinggi,” ujar Wikha.
Ia menegaskan, tidak ada ledakan maupun korban dalam peristiwa tersebut.
Evakuasi pekerja, kata dia, sudah dilakukan sesaat setelah asap muncul.
Hal senada disampaikan Nilus Rahmat. Ia menjelaskan, kemunculan asap di Level 700 disertai lonjakan kadar karbon monoksida hingga mencapai 1.200 ppm, jauh di atas ambang batas aman.
Kondisi itu diduga berasal dari kayu penyangga yang terbakar di dalam tambang.
“Situasinya sangat berbahaya, sehingga aktivitas di area terdampak langsung kami hentikan sementara,” katanya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto juga turun langsung ke lokasi bersama aparat keamanan untuk memastikan kebenaran informasi yang sempat menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Ia menegaskan isu ratusan korban tidak sesuai fakta.
“Angka 700 yang beredar itu bukan jumlah korban, melainkan istilah level kerja di dalam tambang, yakni Level 700,” jelas Rudy.





