Pembangunan Jalur Regional Ring Road (R3) dan Bogor Inner Ring Road (BIRR) juga belum tuntas, yang menurut Sendi, menjadi faktor penting dalam mengatasi kemacetan.

Menurutnya, fokus seharusnya diarahkan pada penyelesaian infrastruktur ini daripada menghadirkan trem yang kemungkinan tidak akan efektif karena lebar jalan dan kondisi lalu lintas di pusat kota yang padat.
“Mengelola macet di Kota Bogor butuh keberanian. Bukan cuma janji-janji. Apalagi janji yang gak terealisasi,” tegasnya.
Sendi bersama pasangannya, Melli Darsa, berkomitmen untuk mengatasi masalah kemacetan di Kota Bogor melalui langkah-langkah konkret.
Rencana mereka meliputi penambahan koridor Biskita dari empat menjadi enam, memperketat uji KIR bagi angkot yang tidak layak, serta menyelesaikan pembangunan jalur R3 dan BIRR.
“Pasangan Sendi-Melli punya program Bogor 15 menit. Kemana-mana deket, cuma 15 menit. Untuk mewujudkan itu, kita akan perketat uji KIR bagi angkot yang sudah tidak layak operasi,” ujarnya.
“Angkotnya kita bikin nyaman, pake ac. Biskita kita tambah koridor dan armada. R3 dan BIRR kita tuntaskan. Insyallah, ini bisa terwujud. Asal berani dan memiliki kemauan,” lanjut Sendi.





