Dana tersebut ditujukan untuk mengoperasikan kembali empat koridor Biskita Transpakuan.
Sebelumnya, Biskita Transpakuan beroperasi lagi meski sempat berhenti sementara saat membuka tahun 2026.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berikhtiar agar Transportasi publik ini melayani warga Kota Bogor sejak Sabtu, 3 Januari lalu.
Operasional itu berjalan secara bertahap.
Armada yang beroperasi mulai dari Koridor 2 (K2), yakni rute Ciawi – Terminal Bubulak pada Sabtu (3/1/2026).
Disusul pada Senin (5/1/2026), tiga koridor sekaligus beroperasi, yakni K1 (Terminal Bubulak – Cidangiang), K5 (Stasiun bogor – Terminal Ciparigi), dan K6 (Stasiun Bogor – Parung Banteng).
Kepala Dishub Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto membenarkan informasi tersebut.
Operasional Biskita Transpakuan mulai dari Koridor K2.
“Iya (berjalan) bertahap. Adalah (bus) yang beroperasi, belum bisa semuanya. Yang jelas, sudah beroperasi,” kata Sujatmiko.
Pengumuman ini juga disampaikan lewat laman instagram resmi Pemerintah Kota Bogor. Di dalamnya juga menyertakan jadwal operasional pukul 06.00 – 19.00 WIB.
Sujatmiko juga mengakui, pemberhentian tersebut sempat terjadi karena proses teknis pengadaan serta penandatanganan kontrak baru.
Layanan Biskita tidak beroperasi sejak 1 Januari 2026 karena skema pengadaan menggunakan APBD Kota Bogor dengan mekanisme Buy The Service (BTS) berlaku per tahun anggaran.





