Kedua negara membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan energi nuklir, mengingat Brasil memiliki sumber uranium dan beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang telah beroperasi.

“Termasuk di dalamnya adalah penjajakan kerja sama nuklir. Karena mereka juga punya uranium di sana dan beberapa pembangkitnya sudah memakai nuklir,” kata Bahlil.
Langkah ini menandai keseriusan pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional berbasis sumber daya terbarukan.
Jika berhasil, Indonesia tak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil yang selama ini membebani APBN.






