4. Ada campur tangan budaya negara lain
Pegiat kebaya Atie Nitiasmoro mengungkapkan, ada campur tangan budaya negara lain dalam kehadiran kebaya di Indonesia alias telah terjadi proses persilangan budaya yang panjang.
“Kita memang tidak bisa klaim kebaya asli dari Indonesia. Ada (campur tangan budaya) dari Portugis, Cina, Belanda, India, Arab, Persia, dan banyak negara,” ujar dia.
Sebab, dahulu Indonesia merupakan salah satu pusat perdagangan di dunia.
5. Ada peran dari peradaban Islam
Sebelum peradaban Islam memasuki Indonesia, busana perempuan pada umumnya adalah kemben biasa untuk menutup bagian dada.
Lalu, kemben dipadukan dengan lilitan kain. Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Bogor Sitawati Ken Utami menuturkan, busana perempuan mulai lebih tertutup seiring masuknya peradaban Islam.
Mereka tidak lagi hanya menggunakan kemben, tetapi juga melapisi kemben dan menutup bagian tubuh lainnya dengan selendang.
Akan tetapi, selendang kemudian dikreasikan dan dimodifikasi sampai menjadi busana, yakni kebaya.
6. Latar belakang kebaya
Encim yang unik Indonesia memiliki beberapa jenis kebaya Nusantara.
Masing-masing memiliki ciri khas dan sejarah terciptanya sendiri.
Untuk kebaya Encim sendiri, latar belakangnya cukup unik dan berkaitan dengan budaya peranakan yang berkembang di Indoneia.
Sita menuturkan, dahulu para perempuan keturunan Tionghoa sering melihat para perempuan asli Indonesia, dahulu disebut pribumi, menggunakan kebaya setiap harinya.





