Dari Musrenbang saja, terdapat 149 usulan perbaikan ruang kelas dengan nilai mencapai Rp120 miliar.
Namun, fokus Disdik saat ini masih pada ruang kelas, meski ada juga usulan fasilitas lain seperti perpustakaan, UKS, dan ruang guru.
“Memang ada irisan usulan antara Musrenbang dan kegiatan yang sebelumnya tertunda. Ada juga yang kembali diusulkan,” jelas Yanto.
Sementara itu, aspirasi DPRD mencakup 35 sekolah dengan total 113 ruang kelas, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp24 miliar.
Secara keseluruhan, jika dihitung dari berbagai usulan, pokok pikiran DPRD, hingga hasil pengecekan lapangan termasuk sekolah terdampak bencana, kebutuhan anggaran perbaikan sekolah di Kabupaten Bogor diperkirakan mencapai Rp600 miliar.
Meski demikian, tidak semua beban ditanggung APBD. Sejumlah sekolah juga mendapatkan penanganan melalui program CSR dan bantuan pemerintah pusat.
“Dari APBN, ada 338 sekolah yang terverifikasi. Sekitar 30 persennya atau hampir 100 sekolah dibiayai APBN tahap pertama, yang dibagi dalam beberapa tahap,” pungkas Yanto.





