Teknologi

Benarkah Earphone Bluetooth Picu Tumor Otak? Ini Penjelasan Ahli

×

Benarkah Earphone Bluetooth Picu Tumor Otak? Ini Penjelasan Ahli

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Foto: Pinterest)

INFOLADISHA – Penggunaan earphone Bluetooth yang kian masif memunculkan kekhawatiran soal risiko kesehatan, terutama dugaan memicu tumor otak akibat radiasi.

Namun, klaim tersebut tidak didukung bukti ilmiah.

Dilansir dari Hindustan Times, ahli bedah saraf Rupa Juthani menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan perangkat Bluetooth dengan peningkatan risiko tumor otak.

Ia menjelaskan, earphone Bluetooth memancarkan radiasi non-ionisasi yang tidak merusak DNA.

Radiasi jenis ini berbeda dengan radiasi berbahaya seperti sinar-X yang dapat memicu kanker.

Dalam praktiknya, paparan dari perangkat Bluetooth bahkan jauh lebih rendah dibandingkan ponsel.

Paparan radiasi yang lebih tinggi justru terjadi saat ponsel ditempelkan langsung ke telinga, terutama ketika melakukan panggilan atau saat perangkat aktif terhubung.

Sementara itu, earphone Bluetooth bekerja dengan daya yang relatif kecil.

Sejumlah penelitian jangka panjang juga tidak menemukan kaitan antara penggunaan perangkat Bluetooth dan peningkatan risiko tumor.

Data yang dikaji melibatkan hampir satu juta orang dalam periode lebih dari sepuluh tahun.

Meski aman dari sisi radiasi, penggunaan tetap perlu diperhatikan.

Ahli menyarankan agar earphone tidak digunakan terlalu lama dan dilepas saat tidak diperlukan untuk mengurangi paparan yang tidak perlu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *