Info DaerahSukabumi

Bencana Terus Berulang, Saatnya Kita Kembali pada Pengetahuan Tradisional (Patanjala)

144
×

Bencana Terus Berulang, Saatnya Kita Kembali pada Pengetahuan Tradisional (Patanjala)

Sebarkan artikel ini

Oleh : Bayu Permana (Anggota DPRD Kab Sukabumi)

Dalam dua hari terakhir, Kabupaten Sukabumi dilanda intensitas hujan yang sangat tinggi, mengakibatkan banjir dan longsor di berbagai wilayah, terutama di bagian selatan. Peristiwa ini seolah menjadi kejadian rutin tahunan yang terus meningkat secara kuantitas. Pertanyaannya, siapa yang harus disalahkan, atau bagaimana kita harus menyikapi situasi ini?

Dalam pandangan masyarakat awam, banjir dan longsor sering dianggap sebagai akibat langsung dari curah hujan tinggi dan meluapnya sungai. Namun, jika kita melakukan refleksi lebih mendalam, nenek moyang kita dulu hidup berdampingan dengan sungai dan gunung yang sama, tetapi tidak mengalami tekanan lingkungan seperti yang kita rasakan saat ini. Mengapa bencana ini menjadi semakin sering dan intens di masa kini? Pertanyaan ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

Akar permasalahan sebenarnya adalah ketidakmampuan kita sebagai manusia untuk hidup selaras dengan alam. Perubahan pola penggunaan lahan, penebangan hutan, dan pengabaian terhadap tata kelola lingkungan telah menyebabkan ketidakseimbangan alam yang berakibat pada meningkatnya risiko bencana. Seharusnya, kita memiliki pengetahuan tentang cara kerja alam dan bagaimana kita bisa menyesuaikan diri agar aktivitas kita tidak memicu bencana. Hal ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah, yang baru saja selesai mengadakan Pilkada, untuk benar-benar mengevaluasi dan memperbaiki rencana tata ruang dan wilayah serta memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, demi mencegah risiko bencana yang berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *