Selain itu, aspek pengetahuan tradisional harus ditinjau ulang dan dipertimbangkan sebagai alternatif untuk mengendalikan kerusakan yang semakin meluas. Penggunaan istilah “bencana alam” juga perlu dipikirkan kembali, karena istilah tersebut seolah menempatkan kita sebagai korban dan alam sebagai pelaku. Sebenarnya, fenomena alam ini adalah bagian dari siklus natural, dan dampak buruknya adalah hasil dari kegagalan kita untuk hidup berdampingan dengan alam.
Hal diatas menekankan pentingnya mitigasi bencana sebagai salah satu langkah preventif utama. Selain tanggap darurat dan evakuasi, pemerintah harus memprioritaskan mitigasi bencana. Masyarakat harus dipersiapkan dan diberdayakan agar dapat hidup berdampingan dengan alam secara harmonis, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem sekalipun. Mitigasi bencana harus menjadi prioritas agar masyarakat terhindar dari risiko kerusakan yang dapat terjadi kapan saja.
Mitigasi bencana bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat hidup berdampingan dengan alam secara harmonis, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem. Masyarakat harus dilibatkan dan diberdayakan agar mereka dapat mengurangi risiko dari bencana dan hidup dalam lingkungan yang aman. Langkah mitigasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.






