Gerakan ini juga, sambung dia, menitikberatkan pada edukasi kolektif, menyasar wisatawan, pelaku industri, komunitas, dan generasi muda. Seperti tur edukatif, pelatihan energi efisien, sekolah lapang, dan kompetisi komunitas hijau menjadi medium untuk mendorong perubahan perilaku dan kesadaran lingkungan secara berkelanjutan.

“Salah satu aspek menarik dari inisiatif ini adalah pengusungan konsep Halal Berbasis Keberlanjutan sebagai standar baru dalam ekosistem industri.”
Dia mengaku, konsep ini menggabungkan prinsip halal yang universal dengan praktik ramah lingkungan dan etika kerja. “Tidak hanya menjamin keamanan dan kehalalan bahan, tetapi juga memastikan produk bebas bahan berbahaya, serta diproduksi secara etis dan berkelanjutan,” tutur dia.
R. Putut Susetyo B. W, menyatakan bahwa program ini ditargetkan menurunkan emisi karbon hingga 40 persen sekaligus menaikkan pendapatan pelaku lokal hingga tiga kali lipat.
“Lebih dari 100 UMKM berbasis ekonomi sirkular ditargetkan terbentuk, dengan fokus pada pelibatan wisatawan dan masyarakat dalam proses edukasi langsung.”






