INFOLADISHA – Puncak, kawasan wisata favorit warga Jabodetabek setiap libur panjang, biasanya mulai ramai sejak jauh-jauh hari jelang Natal dan Tahun Baru.
Tapi tahun ini, suasana tampak berbeda. Hingga akhir Oktober, belum ada tanda-tanda lonjakan wisatawan.
Di Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Hendi, pengelola salah satu vila di kawasan tersebut, mengaku belum menerima satu pun pemesanan untuk periode libur Natal dan Tahun Baru 2025.
“Dulu di bulan Oktober sudah ada yang booking, sekarang belum satupun,” ujar Hendi, Kamis (23/10/2025).
Menurutnya, tren sepi ini bukan tanpa alasan. Selain harga vila yang bisa melonjak dua hingga tiga kali lipat saat musim liburan, kondisi ekonomi nasional yang sedang lesu juga membuat banyak wisatawan berpikir ulang untuk berlibur ke kawasan Puncak.
Namun Hendi yakin, gelombang pemesanan akan datang mendadak seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya seminggu sebelum Natal baru ramai. Banyak yang berpikir kalau pesan mepet malah dapat harga lebih murah,” katanya sambil tersenyum.
Meski begitu, vila tetap menjadi pilihan favorit dibanding hotel. Di luar musim liburan besar, vila di kawasan Cisarua masih terbilang laris.
“Kalau Sabtu-Minggu selalu penuh. Hari biasa pun dalam sebulan bisa 8 sampai 10 hari terisi,” tambah Hendi.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh Hotel Gerbera di kawasan Cipayung, Puncak. Menurut Lenti, manajer marketing hotel tersebut, tingkat pemesanan untuk libur akhir tahun kali ini masih tergolong sepi.





