“Yang masuk baru beberapa dari pemesanan online seperti Traveloka, tapi belum banyak. Kalau dulu, empat bulan sebelumnya sudah ramai yang pesan,” ungkapnya.

Ia menilai, perubahan perilaku wisatawan pascapandemi menjadi salah satu faktor.
Banyak tamu kini lebih suka memesan mendekati tanggal keberangkatan, terutama karena fleksibilitas dan promo last minute yang ditawarkan platform daring.
Meski masih sepi, para pengelola vila dan hotel tetap optimistis.
Bagi mereka, Puncak tetap punya daya tarik sendiri dengan udara sejuk, pemandangan hijau, dan suasana khas pegunungan yang selalu dirindukan.
Tinggal menunggu waktu saja hingga kawasan ini kembali padat menjelang akhir tahun.





